Wednesday, March 17, 2010

Lukisan Kupu

Hey hey hey tulisanmu satu itu bercerita hal yang tak kumengerti lho
Buatku cemas bahkan saat aku mengilas hal lain setelahnya
Duh, itu tentangku kah?
Atau duh... tentang yang lain?

Tuh lihat alisku menaut kiri ke kanan
Kanan ke kiri
Kupu yang mana sih?
Yang kulihat hanya tanah
Melulu dan melulu
Paling senyum si peri

Tapi, tapi itu kan peri kita dulu?!
Dan dia tak di udara kok
Hanya bersandar di tiang lampu itu
Samarkan nyalanya dengan laron di sekitarnya

Ah, sudahlah
...aku terlalu malu untuk bertanya

Monday, December 21, 2009

Ini...ini Bumi Kami!

Si Gundul mau berteman denganku
Katanya ada permainan baru
Dibawa dari negeri bawang
"Jika bisa, kamu nanti jadi terkenal!", bisiknya
Lalu dimulailah

Aku dan teman-temanku
Semua berkeliling mencari
Ini, itu, tak jelas apa
Pokoknya semua berlari
...semua, kecuali si Gundul
Pongah sekali duduknya

"Ayo semangat. Kalian pasti bisa seperti diriku."

Segera saja kami berhenti!
Terkenal dan gundul dan bodoh...
Huh!

Coba Kucoba

Coba aku mulai menulis kembali
Biar waktu kosong kembali tersamar
Semoga, yah semoga memang bisa
Pelan memang
Tapi itu permintaan si Bloon itu
Kucoba sajalah, nanti dia bersungut lagi

Saturday, September 27, 2008

Ttik tak tik tak...!

Kamu,
Hari ini sedih ya?

Padahal bukan itu yang seharusnya terbuat.
Hanya ingin cerita tentang satu saat itu,
yang tadi malam muncul mengejam sedikit,
dan bikin aku jadi dungu.

Kamu dulu sekali bertanya heran, "kenapa aku?"
Aku cuma tersenyum, karena kamu seharusnya tahu
aku datang karena tak mau jadi sedungu itu.

Dan aku belajar terus dari situ,
satu demi satu, namun tentang semua.

Hingga bentangan lantai baru di atas sini pun terjalin.
Dan aku menunggu, biarkan yang lama mereyot.
Memudar diri dengan pasti.

Jadi maukah kamu mengangguk kini?
Untuk maaf, tolong lebihkan waktu belajar sedikit saja,
karena aku ingin kamu percaya,
semua kataku tak pernah lalai.

Wednesday, December 12, 2007

Kerjaku melongo

Bulan sialan!
Dibilang aku itu naif, berlagak sudah lihat segala
Lalu senyumnya ejek aku habis

"Kau sudah lihat paus?"
Belum
"Kau sudah ketemu beruang?"
Belum
"Kau belum lihat sungai nil kan?"
Belum
"Kau tau seperti apa dalam piramid?"
Tidak
"Kau pernah ke matahari?
Belum
"Kau punya kenalan raksasa?"
Tidak

"Ah...kalau kaca? Pernah tau?"
PERNAH. DAN AKU PUNYA...HAHA!!!
"Nah, ada apa di situ?"
... ... ...

Hey, tapi kan aku yang ajak dia bicara
Akuh!

*Untuk sebelah jiwa yang mengingatkan belum waktunya untuk letih, thank you! =)*

Friday, December 22, 2006

Lucu metropolis itu!

Iya, lucu.

Makan pagi kami empat lembaran berwarna biru tua.
Enak dan penuh sesal.

Betapa metropolisnya kami pagi itu.

Sunday, June 18, 2006

Nenek Marah

Nenek bilang aku pendosa
Marahnya besar sekali
Katanya aku tak tepat janji
Lalu dia cambuk aku ungu kehitaman

Ya aku cuma bisa ringisi perih
Dalam hati kukutuk saja rubah tadi

Kan bukan salahku jembatan itu hilang
Tali sudah kuikat kencang (kurasa)
Kayunya pun kuat (kurasa)
Dan (kurasa) aku sudah ratusan kali lewati

Tapi pagi tadi ada rubah gigiti tali di ujung sana
Rubah merah kecil berupa manis
Nampak dia nikmati itu cemilan baru
Akhirnya kubantu potong saja sedikit

Si rubah merona, lalu pergi
Matanya bilang "Utasanmu itu tak nyata"

Aku cuma tersenyum kecil

Eh, tiba2 ambruk!!

Friday, May 19, 2006

Eh, Jerami?

Saya punya satu teman unik
Jerami, begitu dia dipanggil
Dulu dia berteman banyak
Sampai ada satu sapi melingkarinya pita
Dan dia jadi sendiri

Waktu itu, dia bercerita aneh
Katanya itu sebenernya pita yang kedua
Yang pertama dia sudah punya
Namun sering lepas
"Mungkin memang tak pas di tubuhmu?", komentarku
Dia merajuk "Yang ini lebih tidak pas!"

Kucari ketenangan
Lalu, "Kau cari saja yang lebih pas", bisikku
"Aku tak tau yang mana tauk!", sergahnya
Bisaku hanya melongo

Aku tatap si batang kecil
"Kau pakai saja yang pertama kalau jadikan lebih cantik"
Jawabnya, "Ah, aku bingung. Cantik memang, namun licin seratnya.
Aku takut suatu saat dia menggulir jatuh"

"Kalau yang kedua?", kejarku terus
"Yang ini bikin aku tampak gendut. Aku tak suka!!"

Tersenyum kecil aku pergi
Sambil lalu masih aku berpikir
"Mengapa tak dia mohon lem dari sang pohon?"